Wawancara 3: Kristen

Kelompok 2

Dosen: Dalmeri (D5049)
Kelas: LB-02
Anggota hadir:
1. Bravio Pranatta (2001594125)
2. Melvin Ismanto (2001541296)
3. Ignasius Raffael Santoso (2001562962)
4. Rivaldi Gunarso (2001545180)
5. Michael Jihanda (2001542456)
Anggota tidak hadir:
1. Kevin Dewabroto (1901521513)
2. Mircaesariko (1901521545)
3. Fadhilah N.P. (1901529270)

Agama: Kristen
Tanggal: 6 November 2017
Waktu: 11:30 AM - 12:10 AM
Lokasi: Mall Alam Sutera, Alam Sutera, Kota Tangerang, Banten 15143, Indonesia
Pembicara: Ketua Lingkungan, Pak Hendry Sumadi

Pertanyaan utama:
1. Menurut bapak hubungan antar umat beragama di indonesia sekarang seperti apa?
2. Bagaimana cara agama bapak (agama X) menjaga kerukunan antar umat beragama?
3. Apakah kewajiban kita sebagai warga negara yang berpendidikan untuk meningkatkan rasa kebersamaan antar umat beragama?
4. Adakah pesan atau kesan dari bapak yang ingin disampaikan untuk umat di Indonesia sebagai umat beragama?
5. menurut bapak, sebenarnya apa itu agama?
6. faktor apa saja yang menyebabkan ketidakharmonisan antar umat beragama
7. adakah kekurangan dalam beragama, dan kelebihan dalam menjadi ateis? (tidak memiliki kepercayaan)
8. mengapa banyak konflik di dunia yang didasarkan atas agama? apakah agama pemicu dari konflik" tersebut?

Transcript:
Q : Saya mau nanya dulu, memurut agama bapak, apa itu arti agama?
A: Agama adalah umat supaya masyarakat ada ketertarikan untuk menciptakan suatu kebaikan dalam hubungan antar sesama manusia
Q : Jadi sebeneranya itu harus ya ada agama?
A : Agama itu harus, karena agama itu mengajarkan etika kita supaya berjalan di dalam kehendak Tuhan. Sekarang kita banyak melihat orang yang berjalan dengan semaunya sendiri, seperti mereka melakukan kejahatan, melakukan hal hal yang tidak baik. Jadi agama ini adalah sebuah rem, untuk manusia melakukan kebaikan.

Q : Kalo gitu kenapa ya di dunia ini banyak konflik yang atas nama agama gitu?
A : Sekarang seperti yang kita ketahui, hubungan agama di Indonesia sekarang ini sudah mulai baik, tadi kalo dibilang konflik, ini mereka memang ada satu cara untuk bagaimana mementingkan diri sendiri dengan isu isu agama, menjelekan satu agama dan agama lain supaya terjadi pepecahan

Q : Ada ga sih kekurangan dalam beragama dan apakah kelebihan dalam atheis jadi ga memiliki pepecahan, ada ga kelebihannya?
A : Tegantung masing masing penilaian ya , kalo kita melihat dari sisi keagamaan bahwa agama ini menciptakan hubugan antara manusia dengan Tuhan nya. Nah, tanpa menciptakan hubungan manusia dengan Tuhannya maka kita ini benar, speerti orang berkaca dalam cermin kita merasa diri kita sudah rapi , sisir kita uda rapi , pakaian kita sudah rapi, begitu kita bercermin, kita melihat rambut kita merasa kurang rapi, muka kita mungkin sedikit celemotan, tidak seperti yang kita inginkan. Nah, sama dengan agama ini , tanpa agama kita merasa saya sudah baik, saya sudah berjalan dengan baik, tapi dengan agama kita tahu bahwa kekurangan kita ada dimana untuk ini kita perbaiki. Kelebihan kita ada dimana, bukan untuk kita sombong, tapi untuk kita pertahankan dan menjadi berkat untuk temen kita. Nah kalo atheis , mereka tidak memiliki Tuhan jadi apa yg mereka kerjakan menurut mereka sudah benar dan itu berjalan terus

Q : Kita tau darimana tuh ada agama yg benar ada jg agama yang salah
A:Kita melihat dari kehidupan manusia itu, kalo kita punya agama, tentu agama mengajarkan kita, dari agama apapun hal untuk berbuat baik dan yang tidak merugikan sesama kita seperti ada hukum hukum tentang agama. Jangan berbuat kejahatan, ajgan merugikan orang, jangan mencuri, jangan memfitnah, jangan berzinah, dsb. Kita melihat dari buah ini , kalo ada orang yg sudah punya agama, tapi jangan jalan seperti orang yang tidak punya agama, itu banyak sekali. Dan ada 2 hal, mereka mempunyai agama agar kehidupan mereka lebih baik atau mereka punya agama dengan tujuan untuk mencari korban, itu ada. Seperti apa mencari korban? Kita melihat sendiri orang yang saya tuju adalah aktif beragama, baik dia beragama apapun dia berusaha medekati oroang itu dengan cara mengikuti agama dia. Nah kita melihat  dari buahnya sendiri aja, apakah mereka sudah berbuah? Karena firma Tuhan katakan kalo kita ikut dalam 1 komunitas yang baik tentu kita akan berbuah. Nah buah ini kita melihat jadi berkat, tapi kalo kita mengikuti komunitas yang tidak baik, mungkin yang atheis mungkin yang tidak atheis, kan banyak macem, kita melihat dari tingkah laku perbuatan mereka, apakah sudah menjadi berkat atau belum.

Q: Bapak lebih memilih orang yang beragama melakukan hal yang buruk atau orang yang tidak beragama malah melakukan hal yang baik
A : Seperti yang saya sudah katakan, agama ini membawa kita ke dalam penciptaan yang lebih baik, bukan berarti orang yang tidak punya agama tidak baik, tetapi hubungan ini beda. Kalo yang atheis ini mereka berjalan sesuai dengan kemauan mereka dan mereka sudah anggap diri benar tapi mereka tiidak tahu hubungan mereka dengan Tuhan seperti apa, karena kalau kita melihat dari semata firman Tuhan banyak orang yang tidak ibadah, dia merasa hidup dia ini sudah layak, hidupnya sudah berkenan, dengan cara apa? Aku sudah bekerja dengan baik , aku sudah memberikan nafkah pada keluarga, aku sudah melakukan hal hal baik, tapi itu Cuma menurut dia. Nah, setelah yang tidak ibadah ini meninggal, kemana? Kita sudah percaya kan? Sorga dan neraka, kita tidak bisa menghakimi apakah ini neraka ato sorga, kita tidak bisa menghakimi, hanya Tuhan. Tapi kalo kita punya agama, sehingga untuk menciptakan hubungan yang baik dengan Tuhan, terjadi hubungan intim,  hubungan 2 arah, Tuhan berdoa untuk kita, dan kita berdoa, terjadi hubungan intim, itu yang terjadi sekarang ini. Bukan berarti orang yang punya agama berjalan dengan benar. Banyak orang yang punya agama berjalan juga dengan tidak benar karena itu sudah nubuatan dari firman Tuhan. Kita sudah tau kan dari firman Tuhan, 12 murid Yesus, 1 Yudas, nah jadi banyak orang yang mencari nafkah dengan menggunakan kedok agama. Mereka beribadah sama sama dengan kita pada hakekatnya mempungkiri firman Tuhan, ibadah mereka adalah perut mereka, jadi mereka ibadah mencari income sendiri, jadi seperti itu, banyak sekali terjadi, kita mesti waspada. Agama apapun intinya sama, punya kedok sendiri punya cara sendiri, bagaimana mencari nafkah, mencari order untuk kehidupannya. Itu tidak salah , tapi kalau mereka menyimpang, itu yang salah
Q: sekitar menit 7
A:Kalau secara manusia saya rasa mereka tidak mempunyai hubungan baik dengan Tuhan, karena dasarnya apa? Mereka hanya memakai kebenaran diri sendiri. Orang yang atheis, bagaimana mereka bisa mempunya hubungan dengan Tuhan? Mereka percaya Tuhan, tapi dasarnya apa? Agama yang sudah diakui di Indonesia ini, agama Islam , Buddha, Kristen, mereka memiliki dasar kitab suci, alkitab, al-quran, itu ada pengajaran pengajarannya, ada bagaimana untuk hidup yang baiik, bagaimana menjaga hubungan manusia dengan Tuhan, itu ada. Nah tapi kalau mereka atheis, tidak memiliki agama, bagaimana bisa tercipta? Mereka hanya berdoa menurut dirinya. Pada saat mengalami suatu masalah, belum tentu dia bisa memenangkan masalah itu. Orang beragama itu juga sama, pada saat mereka menghadapi masalah, belum tentu menyelesaikan masalah, tapi keunggulannya orang yang beragama, dia punya Tuhan, jadi dia bisa baca ayat ayat suci, dan bisa memberikan kekuatan kpadanya, dan bisa menyerahkan semua masalah dalam tangan Tuhan. Sehinngga dia ada kekuatan, ada semangat baru, jalan keluarnya dia bisa tau bahwa pencobaan, permasalahan yang dia hadapi tidak melebihi kekuatannya, yang Tuhan berikan tidak melebihi kemampuannya, dia ada kekuataan, karena dia punya dasar, dan karena saya orang Kristen saya berbicara mengenai dasar keKristenan. Orang yang ikut dalam Tuhan banyak mengalam suatu permasalaahaan, jatuh dalam berbagai pencobaan, dan itu semua berbahagia. Yakobus 1 ayat 2 juga mengatakan berbahagialah orang yang jatuh dalam berbagai pencobaan, tapi sebaiknya kita jangan sampai jatuh kedalam berbagai pencobaan karena berat untuk bangkitnya. Matius 26 ayat 41. Nah itu berat, karena Tuhan kita adalah Tuhan yang maha pengasih begitu kita jatuh kedalam pencobaan dia akan memberikan ayat ayatnya, tadi yakobus ayat 2 , ayat 3 mengatakan Bertahanlah! Supaya kita bertahan. Roh memang penurut, daging lemah, dengan apa kita bisa ada kekuataan kalau kita tidak punya agama atau atheis . Kalo soal saya pribadi, saya ga yakin bahwa dia bisa ada kekuataan karena teman saya juga sama, ada beberapa temen saya, dia bilang punya agama, ga pernah ke gereja, buddha ga pernah ke vihara, hanya KTP, lebih condong dia percaya, percaya akan apa yang dia yakini. Dia percaya Tuhan, tapi dia gatau agama apa yang harus dia anut, bedanya apa bedanya? Pada saat dia mengalami suatu masalah, goyah, maka berbuat hal hal yang diluar kebenaran firman Tuhan, dia lari kepada minuman, lari kepada obat dan sebagai sebagainya. Bukan berarti orang Kristen tidak bisa, bisa, tapi dia ada patokan firman Tuhan ini, dia percaya kitab suci, ada isi “Jangan meninggalkan Tuhan AllahMu”, itu ada semua.


Q: Bapak setuju ga agama itu ga ditulisin di KTP?
A: Sebenernnya agama itu di tulis di KTP oke, saya setuju sekali, ini untuk mencerminkan bahwa dia itu agama apa, dan itu adalah dari pemerintah kita sendiri. Nah pemerintiah ini kalau kita lihat dialkitab itu, nabi Allah yang mengatur antara suatu bangsa. Dimana mana pada suatu bangsa pasti ada tertulis disitu, ada agama apa, ya saya setuju!

Q: Boleh ga punya agama lebih dari 1?
A:Kalau menunurut saya ga ada gunanya, bukan tidak boleh karena masing masing manusia punya hak, tapi kalau menurut saya ga ada gunanya. Karena dia berpegang pada 2 perahu, dia mau kemana? Ga berfokus. Kalau dia punya 1 agama, dia tekuni, dia fokus tentu saya rasa dia lebih baik. Kan beda sekali. Saya tak usah sebutkan agama apa tapi kalau punya 2 agama nanti akan bingung sendiri. Jika dibilang tidak boleh kan tidak ethis, tergantung manusia itu sendiri. Kalau menurut saya tidak ada gunanya. Pilih salah 1 yang kita tekuni, yang kita percayai, yang bisa membangkitkan iman kepercayaan kita, semangat kita kepada Tuhan dan juga keluarga kita.

Q: Saya mau nanya soal di Indonesia, menurut bapak sekarang hubungan antar agama di Indonesia baik atau tidak ya?
A: Kalau menurut saya sebenarnya di Indonesia ini hubungan antar agama sudah berjalan dengan baik, tetapi kita perlu waspada karena akhir akhir ini ada oknum oknnum tertentu yang ingin memecahbelahkan hubungan antar umat beragama yaitu isu isu SARA, isu isu politik, isu isu yang tidak baik. Kita tidak meghakimi tapi kita perlu waspada. Menurut saya pemerintah sekarang ini juga sudah cukup baik untuk mencpitakan supaya suatu agama dengan agama lain saling berhubungan, saling menghormati, saling mengasihi supaya tercipta kedamaian

Q : Bapak tau masalah ISIS kan? Sebenernya kita tau darimana mereka itu yang salah? Gimana kalau ternyata mereka yang benar kalau membunuh itu baik sebenernya?
A:  Kalau kita kembali ke agama, itu pasti salah karena salah 1 dari 10 perintah Allah adalah “Jangan Membunuh”, “Jangan Mencuri” itu ada , “Jangan Berzinah” , “Jangan melakukan kejahatan”. ISIS ini kalau saya bilang mereka ini hanya kedoknya KTP agama. Sebenernya mereka ga punya agama, karena kalau mereka punya agama, mereka tidak akan mungkin berjalan seperti ini, membunuh seenaknya seperti yang kita lihat di video video, membunuh sepertinya adalah suatu keharusan. Otak mereka sudah di doktrin, dari kecil sudah di doktrin bahwa membunuh itu adalah suatu janji Allah untuk mencapai keselamatan, orang bilang istilahnya itu Jihad .  Sebenernya ga ada, membunuh itu sudah dalam kategori melakukan kejahatan dan Tuhan tidak berkenan, tapi memang terjadi seperti ini, tujuannya hanya 1, menciptakan dunia terjadi peperangan, nanti akan terjadi perang dunia ke 3.

Q: Bapak ada saran ga untuk kita yang beragama gimana cara kita menjaga kerukunan sebagai masyarakat beragama?
A:  Saya rasa untuk menjaga kerukunan kita satu sama lain harus menghargai agama masing masing ya. Misalnya kita punya saudara atau teman yang beragama muslim ya kita menghargai mereka dengan cara kalau misalnya hari raya lebaran kita datang ke rumah dia, silahturami, minal aidin, yang agama buddha kita juga bilang kong xi fat cai agama kristen ktia bilang selamat natal , dan kita bergaul dengan mereka. Sayapun pribadi memiliki komunitas yang banyak, grup saya ini ada 95% mayoritas muslim, temen temen sekolah saya. Kami sangat akrab, bahkan sering kali kami reuni, kalau uda reuni temen temen saya yang muslim pake kerudung dsb, kami semua happy happy aja. Kenapa kami happy? Karena kami tidak pernah membicarakan tentang agama saat kami berkumpul, karena kepercayaan kami berbeda beda. Tapi kami bicarakan tentang, masa lalu, tentang kegiatan pergi kuliner, pergi jalan, dsb. Nah itu tercipta dengan baik seperti ini, dan kami sudah berjanji dengan temen temen yang lain agama, kita tidak usah singgung soal agama saat kita berkumpul. Contoh kedua mungkin di daalam keluarga kita masi ada yang agama buddha, kita ga mungkin bilang “Ikut saya ke kristen”, ga mungkin. Biarkan saja, masing masing punya hak sendiri. Nah kalau kita  bisa menghargai agama masing masing, saya rasa dunia ini aman tentram, di Indonesia juga termasuk sudah oke, cuman memang akhir akhir ini ada konflik konflik yang kita mesti waspada.

Q: Bapak ada tanggapan ga buat negara kayak Belanada yang ga beragama cuman tingkatan damainya itu lebih daripada negara agama
A: Itu memang nampaknya seperti itu, kenapa? Mereka merasa bahwa tidak ada Allah pun saya sanggup untuk mendirikan usaha, saya sanggup untuk mandiri, saya sanggup sendiri, itu banyak terjadi. Ini kembali ke zaman dulu tentang komunis, mereka tidak eprlu agama, saya bisa tanpa Tuhan. Kita lihat di negara negara China dulu itu, negara negara Uni Soviet  itu mereka bisa maju hebat tanpa Tuhan  menurut mereka, dan mereka sudah buktikan itu terjadi, tapi pertanyaannya bagaimana hidup mereka setelah meninggal, mau kemana? Karena apa? Selama di dunia ini mereka mementingkan dengan kepentingan diri sendiri. Bekerja tanpa Tuhan, melakukan hal yang diluar Tuhan , kita tidak menghakimi. Setelah meninggal mau kemana?

Q: Kalau begitu, bukannya Tuhan artinya pemilih? Dalam arti, Tuhan hanya memilih manusia yang percaya dengan agama yang “Benar”
A:  Sebenernya Tuhan bukan memilih, kalau menurut saya itu manusianya sendiri. Tuhan menciptakan agama di dunia ini, seperti yang kita lihat ada Kong hu chu, Buddha , Islam, Kristen Protestsan, Katolik , agama diluar mungkin kayak di Jepang, Shinto ya. Tuhan tidak memilih, Tuhan memberikan manusia kebebasan untuk memilih agama itu. Tidak memilih, tapi tergantung manusia itu sendiri sekarang , mereka mau memilih agama apa, setelah mereka memilih agama apa, pertanyaan ke 2 apakah mereka ini hanya KTP saja dalam agama, atau mereka mau sungguh sungguh dalam agama? Nah ini beda, kalau mereka mau sungguh sungguh saya yakin mereka ini lebih  condong untuk melakukan hal hal yang baik yang sesuai dengan agama Tuhan . Di Alkitab juga ada terjadi  orang jahat bertobat menjadi baik , orang baik karena pergaulan yang sesat, komunitas yang tidak baik  menjadi rusak, itu ada , nah agama inilah menjadi suatu pegangan kita yang kuat. Mungkin ga kita, kalau saya kecilkan scopenya, mungkin ga tanpa sekolah kita pintar? Kan ga, gamungkin . Kita mau sekolah dimana? Pilihannya ada di kita semua, Universitas A B C D E , ampe yang diluar negri , pilihan dari kita semua. Demmikian juga Tuhan membebaskan pilihan kepada umatnya. Yang Tuhan inginkan adalah melakukan yang baik walaupun kita tau dan tertulis di alkitab, pada akhir zaman manusia cenderung berbuat jahat. Wahyu 12 atau apa saya lupa , yang cemar akan tetap berbuat cemar , yang kudus akan berbuat kudus, yang baik tetap akan berbuat kebaikan. Pilihan kita gada lagi yang setengah setengah, bebas bebas, nanti pada akhir zaman pilihan hanya akan ada 2 mau baik atau mau rusak? Patokannya dimana? Patokan kita ada di agama . Agama tidak akan pernah mengajarkan manusia untuk berbuat kejahatan, tidak pernah. Manusianya saja yang mengklop klop kan, menganggap wah saya sudah benar

Q: Kalau begitu, apakah manusia yang tidak beragama tetap bisa masuk ke surga?
A: Kalau soal masuk surga, itu haknya Allah, haknya Tuhan , tapi kita sebagai manusia, kita sudah berusaha untuk  berjalan di dalam kebenaran , mengikuti kehendak Tuhan. Tapi jujur kita bicara, mengikuti kehendak Tuhan kita pikir sudah baik, kadang kadang Tuhan masih melihat  kesalahan kesalahan. Sama seperti orang kerja, apakah orang kerja tekun, kerja keras dari muda sampai tua menjamin dia sukses kaya?  Belom tentu. Tapi sudah pasti kalau dia malas bekerja, pasti hancur , uda pasti tuanya jadi susah. Demikian juga dengan Tuhan , kalau dia sudah tidak mempunya hubungan agama dengan Tuhan, berbuat kejahatan, otomatis yah kalau saya bilang istilahnya itu diluar Tuhan , saya ga bisa menghakimi dia mau lari ke surga atau neraka. Saya kasih satu contoh tokoh di agama saya, Paulus, seorang penganiaya jemaat, seorang pembunuh, tapi karena Tuhan mengasihi Paulus, lewat perjalanan di Damsyik mengalami kebutaan.

Q: Dia itu seperti ISIS zaman dahulu ya pak?
A: Betul, itu betul, Paulus itu kayak ISIS. Saya pernah bicara juga sama temen-temen, memang dia sebagai pembunuh, sebagai penganiaya jemaat. Dia tidak suka umat Tuhan datang kepada Tuhan, tidak suka mencari Tuhan, Dia selalu menghalang-halangi dengan berbagai cara. Tapi karena Tuhan mengasihi Dia, lewat perjalanan di Damsyik, 3 hari mengalami kebutaan dan Tuhan menyatakan isi suara hatinya. Bertobat, menjadi Rasul, sampai menulis 14 kitab didalam perjanjian baru dari 27 kitab. Jadi kalau orang saat ini kalau kita melihat, saudara-saudara kita, orang ISIS, bukan tidak mungkin dia bisa bertobat dan masuk surga, bisa. Sekarang tinggal tergantung, 2 hal, Tuhan berkemurahan kepada orang itu, dan kedua dari manusia itu. Bisa dibilang Tuhan berkemurahan, contohnya rasul Paulus, rasul Paulus tidak mencari Tuhan, Tuhan yang mencari Dia. Ya kan perjalanan ke Damsyik dibutakan, dia bertobat. Kedua tergantung kita, ada gak di hati kita ini menyadari bahwa hidup saya sudah tidak benar, perjalanan hidupku sudah tidak benar, nah adakah kita merindu untuk kembali kepada Tuhan. Kalau saya kecilkan lagi, zaman sekarang, anak-anak muda sudah kena candu narkoba, obat-obatan, dunia gemelep, diskotik dan lain sebagainya. Nah, adakah dia menyadari, kalau dia menyadari, bisa kembali. Atau yang kedua, Tuhan sayang orang itu, bertobat, biasa itu. 

Q: Saya mau tanya soal pendapat Bapak, saya berpikir seperti ini, sebenarnya Tuhan itu apa perannya? misalnya seperti agama itu kan hanya pedoman bagi manusia, misalnya contohnya orang yang beragama itu dia akan misalnya mengalami masalah, dia minta tolong kepada Tuhan, dan kita kan tidak tau, apakah Tuhan benar-benar membantu dia atau tidak. Tapi dia yakin, dengan dia berdoa, Tuhan pasti akan membantu dia. Nah, saya berpikir seperti ini, misalnya tidak ada Tuhan, jadi dia hanya meminta terhadap sesuatu yang dia tidak tau, jadi dia hanya membuat dirinya berpikir, "ah, Tuhan pasti akan bantu saya", jadi dia akan berusaha. Jadi, apakah sebenarnya kita ditakut-takuti oleh sesuatu yang kita tidak tau,kan kita tidak pernah melihat surga, tidak pernah melihat neraka, kita pun tidak hidup di zaman alkitab diciptakan, jadi kita pun tidak tau, kita hanya mengikuti berdasarkan apa yang diwariskan saja. Jadi Tuhan itu ada, atau hanya sesuatu untuk membuat kita takut? seperti kalau saya berbuat jahat nanti masuk neraka, kalau saya berbuat baik nanti masuk surga, seperti itu.
A: Saya berani katakan dengan pasti, Tuhan itu ada, Tuhan itu ada. Nah, soal orang itu berdoa, dikabulkan atau tidak, itu haknya Tuhan, kenapa saya katakan demikian, karena ada orang berdoa untuk minta berkat, tapi untuk dihabiskan dengan hal-hal yang tidak baik. Seperti, mungkin dia ada keperluan buat tamasya, kuliner, dan juga lain sebagainya. Tapi kalau kita berdoa, meminta, sesuai dengan kebutuhan, pasti diberikan. Nah, seringkali manusia tidak sabar didalam menunggu pertolongan Tuhan. Tadi sudah dikatakan, saya berdoa, Tuhan apakah kabulkan atau tidak? Nah, jelas didalam alkitab dikatakan, semua doa yang kita mohon kepada Tuhan, tidak semua dikabulkan, minimal, pada saat kita berdoa, Tuhan memberikan kekuatan kepada kita untuk mengatasi masalah yang kita hadapi. Satu pedoman, bahwa tadi Tuhan ada atau tidak, Tuhan itu pasti ada, alkitab itu adalah isi suara hati Tuhan yang dituangkan lewat nabi-nabi dan rasul-rasul, ditulis. Sama seperti kita sekolah kan, pedoman kita apa? buku. Matematika, bahasa inggris, dan sebagainya kan ada bukunya. Siapa yang menciptakan buku ini? ya para senior-senior dulu. Nah, tanpa buku, bisa gak kita tau, bisa gak kita tau mau dibawa kemana ini. Adalagi yang kuliah accounting misalnya, bagaimana membuat pembukuan dalam suatu perusahaan tanpa ada pedoman buku. Alkitab ini dialah pedoman kita untuk tercipta hubungan yang intim dengan Tuhan. Nah, soal doa dikabulkan, itu nomor dua. Siapapun kita, pasti kita meminta secepat mungkin apa yang kita doakan Tuhan kabulkan. Tapi ingat satu hal, sesuai dengan kehendak Tuhan atau tidak dan percayalah Tuhan menolong tidak pernah terlambat, selalu tepat pada waktunya, manusia kita saja yang sering tidak sabar. Saya mau instant Tuhan, apa yang saya inginkan Engkau berikan dengan instant. Itu manusia kita, siapapun manusia kita juga sama, selalu inginkan cepat, cepat, cepat, cepat. Tapi bagaimana peran anda kalau Tuhan memanggil kita untuk segera beribadah, segera untuk baca firman atau berdoa. Seringkali manusia juga sama kan, Tuhan saya lagi sibuk, saya belum siap, pasti begitu. Kira-kira begitu pertanyaanya kan.

Q: Tapi, bagaimana kita tau? misalnya kita berdoa, misalnya saya dan teman saya menginginkan sesuatu, saya tidak berdoa dan teman saya berdoa. Tapi saya tetap mendapatkan apa yang saya mau dengan saya berusaha. Jadi, maksud saya ini adalah kita tau darimana Tuhan itu membantu kita atau tidak dan itu bukan kebetulan. Karena dengan kita berusahapun kita pasti bisa. Bapak mengerti gak maksud dari pertanyaan saya?
A: Ya, jadi tanpa Tuhan pun kita berdoa Tuhan bisa kabulkan, maksudnya tanpa Tuhan pun apa yang kamu doakan bisa diberi gitu kan?
Q: Ya, saya bahkan gak berdoa gitu misalnya.
A: Bisa, kalau saya jawab, bisa. Tapi saya tanya, kalau kita berdoa dengan Tuhan, berarti kita menghargai Tuhan sebagai pencipta. Ini konteks adalah kita yang mempunyai agama, yang keyakinan kita kepada Tuhan. Kalau kita tidak punya keyakinan kepada Tuhan, bukan tidak bisa Tuhan memberikan walaupun berdoa tanpa Tuhan. Tuhan ini adalah maha pengasih dan maha penyayang. Zaman dulu bisa saya katakan komunis itu kan Tuhan izinkan semua. Tuhan mencurahkan hujan, berkatnya, kepada orang baik dan orang jahat. Ya, begitu kira-kira kan. Jadi intinya, kalau kita berdoa, bukan juga pada Tuhan atau bukan juga pada siapa, Tuhan bisa memberikan, bukan Tuhan, orang juga bisa memberikan. Kamu minta kepada orang tuapun orang tua bisa memberikan. Tapi yang disini kita ajarkan adalah kalau mau mintalah maka kau akan diberi, ketuklah maka pintu akan dibuka, carilah Tuhan maka engkau akan mendapatkan. Nah, kalau saya mengalami dua hal, kalau berkat dari Tuhan, membuat kita ini damai, damai sejahtera. Coba kita bayangkan, kalau kita berdoa, diberikan atau belum diberikan, hatinya ada damai.  Itu yang saya maksud, pertama Tuhan berikan hatinya damai. Kedua, Tuhan memberikan hati yang sabar menunggu pertolongannya, menunggu apa yang kita inginkan dikabulkan. Berapa lama yang kita inginkan dikabulkan? sehari? dua hari? tiga hari? sebulan? setahun? tergantung kita juga, tergantung bagaimana hubungan kita dengan Tuhan. Saya rasa begitu.

Q: Kalau menurut saya, perasaan damai, perasaan tenang, itu dari diri kita sendiri karena kita merasa, "ah, saya sudah berdoa dengan sungguh-sungguh, saya sudah memohon kepada Tuhan, pasti Tuhan akan kabulkan, tapi saya tidak tau kapan, jadi saya akan terus berusaha". Jadi, bukankan ini itu berasal dari diri kita sendiri tapi kita meyakinkan diri kita melalui Tuhan. Bukankah seperti itu?
A: Bisa, bisa seperti itu. Tapi, kalau yang tadi kita damai walaupun Tuhan berikan, belum berikan, atau nanti diundur itu kalau kita tidak mengalami sesuatu hal yang kepepet, contohnya ya, mungkin kalian belum pernah mengalami hal yang kepepet karena umur dan belum terjun kedalam bisnis. Misalnya gini yang saya maksud, pada saat kita mengalami suatu usaha, kita bisnis berjalan dengan setengah lancar, tagihan kita belum turun sedangkan kita harus bayar pihak ketiga. Betul? orang dagang kan hutang dan piutang. Pada saat tagihan ini belum turun, kita diuber sama pihak ini, kapan kamu bisa bayar saya, minggu depan? kita berharap janji ini dipenuhi. Pertanyaannya ya, saya yang turut mengalami, ternyata janji-janji ini meleset, orang piutang kita bisa meleset, kita disuruh sabar, tapi orang yang kita hutangin menguber-uber kita. Bisa damai gak kalau seperti itu.

Q: Tapi kita tau darimana kalau itu adalah hasil kerja tangan Tuhan atau memang itu adalah suatu kebetulan?
A: Kalau saya imanin, itu bukan suatu kebetulan. Pada saat kita mencari Tuhan, meminta pertolongan Tuhan, otomatis kita diberikan kedamaian. Pada saat kita takut usaha kita mengalami suatu problem, pasti manusia manapun mengalami ketakutan. Tapi dengan berdoa, dengan sungguh-sungguh, maka Tuhan beri kekuatan. Lukas 22 ayat 44 sudah mengatakan, pada saat Yesus ingin meminum cawan kutuk, pernah dengan ayatnya? orang agama pasti bisa tau. Lukas 22 ayat 44, Yesus ketakutan pada saat ingin meminum cawan kutuk. Tapi apa yang Dia perbuat? Dia makin sungguh-sungguh berdoa, Yesus pun bisa takut pada saat meminum cawan kutuk. Akibatnya apa, Lukas 22 ayat 43, Tuhan, Allah Bapa mengirimkan malaikat untuk memberikan kekuatan kepada-Nya. Ini kita saat meyakini dengan iman sesuai dengan fokus iman Tuhan. Kalau Allah memberikan kekuatan kepada Yesus, maka Allah yang sama memberikan kekuatan kepada kita untuk memberi kekuatan menghadapi suatu masalah. Mungkin kalian masih muda belum mengalami hal yang diluar bisnis, diluar sekolah. Tapi kalau kita mengalami bagaimana kita kerja, usaha sepi, musti bayar gaji karyawan, makin rugi, dengan apa kita harus menyelesaikan. Ini kita bicara tentang dunia nyata. Itu yang saya katakan, kekuatan, kedamaian Tuhan berikan bagi orang yang mencari. Ini ada konteks adalah ayat-ayat didalam firman Tuhan. Mungkin anda belum tau tentang firman Tuhan ya. Konteksnya ada tentang keagamaan, saya sebutkan, nanti pulang boleh baca Lukas 22 ayat 44 dan ayat 43. Atau baca lagi ayat diatas, ayat 39. Awal penderitaan Yesus di Gesemani. Itu mencerminkan manusia kita juga. Manusia kita adalah ditandai dengan penderitaan. Sekarang anda belum ngalami. Nanti secepatnya tamat sekolah, kuliah, nah pada saat nanti mencari pekerjaan, apalagi kalau anak muda pada saat ini, bagaimana kalau misalnya kalian mencari pacar, pacar ini gak mau dan lain sebagainya. Pasti ada sesuatu yang berat dan lain sebagainya. 

Q: Banyak  juga orang-orang yang tidak beragama pun bisa mengatasi masalah-masalah mereka sendiri. Itu kekuatan dari diri mereka sendiri. 
A: Betul, itu tidak salah. Banyak yang seperti itu. Maka tadi saya katakan, bagaimana hubungan mereka dengan Tuhannya setelah itu bagaimana hubungan kesana. Nah, manusia bisa berusaha tanpa Tuhan, dari zaman dulu pun juga sama. Mereka bisa sukses, bahkan banyak orang diluar Tuhan pun bisa sukses, saya juga mengakui. Tidak punya agama pun lebih sukses dari orang yang punya agama, kita juga mengakui. Tapi nanti, pada saat manusia itu kena masalah, kena badai, masalah kecil, masalah besar, kita gak tau. Mau cari dimana? Firman Tuhan sudah katakan jelas, nanti pada akhir zaman, semua lutut berkelut, semua lidah mengaku bahwa Yesus adalah Allah. Kekuatan kita mau cari dimana. 
Q: Saya belum puas sebenarnya.
A: Tidak apa-apa. Memang betul prinsipnya, orang yang tidak punya Tuhan bisa lebih sukses, saya akui, betul. Tapi yang saya sebutkan tadi, bagaimana nanti pada hari kesudahan. Mau dibawa kemana manusia ini. Semua manusia nantikan akan meninggal dan kita tau ada dua tempat, surga dan neraka. Kita gak tau kita akan dibawa kemana. Kita berjalan dengan kekuatan kita. Sejauh mana kekuatan kita, sejauh mana yang kita lakukan dengan kebaikan kita kita juga gak tau. Karena manusia tanpa agama mereka menganggap dirinya sudah benar, sudah ok, itu contoh. Tapi kita gak tau, hidup ini kan gak sekarang, pada saat sekarang kita begini kita menjalankan dengan baik. Nanti pada saat kita menghadapi persoalan, bisa hadapi sendiri ya bagus. Tapi saya yakin, berat, karena apa, saya sudah umur segini saya sudah melihat, teman-teman saya dari dulu, dari muda, dulu kami muda kristen KTP. Ibadah Gereja ya kalau sempet, jujur aja deh kalau sempet. Setelah kami berumah tangga, kami aktif, teman saya tidak. Dia merasa lebih sukses, lebih maju, tanpa ibadah waktunya lebih banyak, silahkan, memang betul saya melihat mengakui, mereka mau. Tapi sekarang, hancur lebur. Karena apa, usahanya yang ia kelola mengalami kerugian habis-habisan. Stress luar biasa kena ke obat-obatan narkoba. Karena apa, karena pun gak ada Tuhan. Untung, saya bilang, Tuhan memberi kemurahan lewat teman saya satu membawa dia ke suatu komunitas agama, kalau saya sebut agamanya adalah kristen. Dan dia bertobat, sekarang dia merasakan, walaupun keuangannya ekonominya jauh lebih rendah dari dulu, tapi hidupnya tenang. Kalau dulu dia mengalami stress, uang berkelimpahan tapi stress. Waktu saya tanya, "kenapa kamu stress?", "gak ada damai", "Bukankah kamu usaha besar, anak kamu kuliah di Amerika, mobil kamu Merci, rumah kamu gede". Tapi tidak ada kedamaian, itu. Pusing mengurusin pekerjaan, pusing mengurusi bawahan, pusing mengurusi hal-hal yang lain. Kita belum mengalami seperti itu. Logika Michael oke. Secara logika saya akui ok, gak salah. Karena belum mengalami masalah. Tapi nanti secepatnya kita mengalami masalah, nanti akan dilihat bahwa agama itu penting sekali. Tergantung manusia itu mau agama apa. Selama dia mencari Tuhan sebagai penciptanya. Maka pertama dia ada kedamaian, kedua dia ada kekuatan, ketiga dia tidak mudah putus asa, ada pengharapan, imannya bertumbuh bahwa akan ada sang juru selamat yang akan menolong dia. Kalau sekarang kita belum mengalami, ok masih ok, gak salah, saya juga pernah muda jadi okelah. Karena apa, kita sudah dipenuhkan dengan orang tua, apa yang kita inginkan orang tua ada memberikan, dari sekolah, sekolah elit, sampai mobil dan sebagainya. Suatu saat kan kita tidak bisa bergantung. Kita mandiri sendiri. Disini kita akan mengalami, tidak selamanya berjalan lancar, ada kerikil, ada batu, ada badai menghantam kita. Nah, dimana kekuatan kita? Ya itu, selama tidak ada masalah, manusia menganggap sama. Kalau saya boleh ibaratkan istilahnya, kapal belayar dilautan luas, kapal ini isinya orang yang beragama dan tidak beragama, semua sama, tapi suatu saat ombak kecil, ombak besar. Mau kemana? Ombak ini bicara masalah. Orang berduit dia tidak masalah dengan uang, yang saya lihat adalah masalah dengan rumah tangganya. Yang kedua masalah dengan anak, terjerumus dalam hubungan bebas, obat-obatan, termasuk orang tuanya juga, dan pergaulan. Mau kemana ini? Selama ombak ini kecil-kecil aman deh, kita gak tau kan perjalanan hidup kita, mau kemana. Mike ini punya pemikiran saya anggap wajar. Semua manusia seperti itu karena kita kembali ke yang tadi saya bilang, konteks. Anak-anak muda termasuk orang-orang tua atau siapapun, mereka masih bisa mengandalkan pake logika. Tapi kalau kita sudah terpentok, pada saat kita terpentok, mau lari kemana, logika kita sudah gak maen. Apa yang kita usahakan suatu saat, ya semoga berjalan lancar, terus kalau jatuh, mengalami kebangkrutan, logika kita gak akan bangkit. Kenapa, habis, darimana mau mulainya lagi, darimana. Tapi disinilah kita memerlukan Tuhan. Memerlukan spirit dalam Tuhan, memerlukan semangat untuk bangkit, bangkit, bangkit. Lalu manusia ditandai dengan up and down. Hari ini kita kuat, besok kita jatuh. Kalian ini masih sekolah, kuliah, hari ini dapat nilai A, besok nilai D atau C. Kan tidak selamanya seperti itu. Apa yang kita sudah pelajari, kita isi, kita sudah anggap benar dapat A, ternyata kebalikannya, kan kita gak tau, bagaimana kita menghadapi sepeti itu. Nah, agama inilah menurut saya penting. Tergantung Michael dan semuanya ini mau pilih agama apapun silahkan. Karena agama adalah kekuatan kita, kunci kita berjalan dalam kebenaran. Banyak orang saya lihat, anak-anak temen-temen saya juga, mereka ini banyak mengeluh, kebetulan saya ini juga sama teman-teman suka sharing, mereka suka minta pendapat sama saya. Anak saya ini juga susah diatur, keluar malem dan sebagainya. Saya bilang satu hal, kenalkan dia kepada Tuhan, terserah dia mau agama apa, mau Buddha silahkan, mau Katholik silahkan, mau Kristen silahkan. Karena agama ini adalah menuntun manusia kepada jalan yang benar. Masalah yang kita hadapi membuat manusia berpikiran stress. Pada saat stress, kalau jalan keluarnya itu positif, dia akan mencari kepada Tuhan, dia berdoa sungguh-sungguh. Tapi kalau negatif, ikut temen, "ayo ikut saya", dugem, minum-minum, itu merusak diri sendiri. Nah itu.

Video:

Photos:



Comments

Popular posts from this blog

Wawancara 5: Katolik

Wawancara 4: Buddha