Wawancara 2: Islam
Dosen: Dalmeri (D5049)
Kelas: LB-02
Anggota hadir:
1. Kevin Dewabroto (1901521513)
2. Mircaesariko (1901521545)
3. Fadhilah N.P. (1901529270)
Anggota tidak hadir:
1. Melvin Ismanto (2001541296)
2. Bravio Pranatta (2001594125)
3. Ignasius Raffael Santoso (2001562962)
4. Rivaldi Gunarso (2001545180)
5. Michael Jihanda (2001542456)
Agama: Islam
Tanggal: 5 November 2017
Waktu: 10:45 AM - 11:10 PM
Lokasi: jl. Gelatik no. 8 Tanah Sareal, Kota Bogor
Pembicara: Ustad Dede
Transcript:
Q: Hubungan antara umat beragama sekarang seperti apa?
A: Hubungan umat beragama akhir akhir ini banyak factor yang ingin memecahkan agama sendiri. Sehingga sering terjadi konflik konflik pembawa salah. Padahal agama itu bukan paksaan, agama itu berakar dari sebuah keyakinan. Agama bukan untuk diperdebatkan tapi agama itu ialah untuk diamalkan. Kalau dengan pengamalan agama khususnya islam dengan sungguh sungguh mengamalkannya maka Allah akan memberikan hidayah. Sebagaimana dalam hadits Rasulullah SAW bersabda “Barangsiapa yang mengamalkan ilmu yang telah ia ketahui maka Allah akan mewariskan (mengajarkan) kepadanya ilmu yang belum ia ketahui” tentu ini adalah kedalaman dari agama itu sendiri sendiri, dari pengamalan akan timbul keyakinan yang kuat, keyakinan yang kuat akan melahirkan pemahaman agama yang sebenar benarnya. Maka tidak perlu umat islam itu, berdebat, dan menimbulkan keributan dan sebagainya, Karena agama islam itu agama yang paling mulia, rahmatan lil’alamin. Mestinya islam itu kalo kita meyakini seyakin yakin nya, maka akan ada kedamaian dengan siapapun juga, jangan hanya dengan orang islam, dengan orang yang bukan islam saja itu banyak di contohkan dengan nabi Muhammad SAW.
Q: Cara menjaga kerukunan antar agama?
A: didalam ayat suci Al-Quran diterangkan “Lakum diinukum wa liya diin” agama mu untukmu, agamaku untuk ku, fokuslah kepada agama yang diyakininya, tidak perlu repot repot memikirkan agama orang lain. Sehingga ikut campur urusan yang tidak tahu, rasul bersabda, “jangan dulu urusi perkara yang kamu sendiri tidak mengerti” kita islam kok masih ada yang mau otak atik agama lain. Begitu juga agama lain ngapain ngotak ngatik islam, toh dia yakini agamanya, karena dapat menimbulkan ketersinggungan, maka tidak ada keharmonisan. Lantas fokuslah pada agama masing masing, insyallah akan terjadilah kerukunan antara umat beragama.
Q: Pesan kepada umat beragama?
A: Fokus dengan agamanya, tidak perlu ikut campur urusan urusan agama orang lain apalagi banyak prediksi dan asumsi tentang rencana rencana agama lain yang dikaitkan dengan pemahaman beragama. Padahal di islam itu sudah jelas, hokum itu kemarinya tampak, jadi kalo ada suatu hal yang tampak gaperlu ada curiga sehingga cenderung memfitnah, menuduh orang yang tidak jelas, tidak proposional lah.
Q: Apa definisi agama islam?
A: agama itu aturan, yang dibuat oleh Allah SWT yang mempunyai alam ini (semesta) . kenapa kita beragama? Karena kita harus kembali kepada Allah SWT, tanpa bimbingan Allah siapapun tidak akand dapat kembali ke Allah SWT, manusia kan diciptakan Allah dengan seperangkat aturan, nah seperangkat aturan itu adalah agama, maka aturan dari Allah SWT adalah agama yang diridhai. Agama itu untuk segalanya, hidup dan akhirat. Mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
Q: Pendapat terhadap ateis?
A: itu adalah kebodohan, kalo mengambil atheis, saya punya keyakinan sebagaimana Allah juga mengatakan, jangan hanya orang islam, orang yang menyatakan atheis saja, masih mencari siapa yang harus di turuti, patuhi. Cuman mereka bertolak belakang dengan ilmu yang dimilikinya karena urusan ketuhanan itu bukan hanya logika, ketuhanan itu urusan hati. Hati akan menerima ketika ada yang dipatuhi dalam beribadah, sangat tidak mungkin apa yang hati kita patuhi itu gak dilakukan.
Q: Kenapa agama bisa menimbulkan konflik yang besar?
A: karena kalo agama disinggung, siapapun, jangan hanya islam, konghucu, budha, disinggung agamanya, pasti dia akan melakukan segalanya, karena agama itu berangkat dari sebuah perjalanan panjang tentang pengabdian. Nah kenapa disitu terjadi konflik? Banyak orang tadi, memaksakan kehendaknya, mencapai tujuannya, menurut logikanya, sehingga dijadikan sebagai dalang (masalah) maka satu satunya yang bisa memaksakan kehendaknya itu, bersandar kepada agamanya, menyalahkan agama lain. Itukan karena ketidak yakinan kepada apa yang di sebarkan secara besar, misalnya india disitu karena ada semacam kekhawatiran tentang masalah kehidupan. Dan umat islam disana cepat perkembangannya, seolah olah kalo dibiarkan akan dikuasai, memang yang ngatur kita? Semuanya di atur oleh Allah SWT. Kenapa kita takut dengan hal seperti itu, dulu kita mencari makan susah, semakin sedikit, tapi semakin banyak orang makanan semakin melimpah. Karena diatur oleh Allah. Nah kita kadang kadang memaksakan urusan dunia sehingga yang menjadi korban itu umat beragama, karena sering dikait kait kan dengan agama. China, atheis, islam misalnya, atau kita dengan yang lainnya. Nah ini adalah korban keserakahan orang yang ingin menguasai dunia dengan membawa bawa masalah agama, sebetulnya tidak ada hubungannya, hanya dikarenakan oleh keserakahan, antara islam dengan yang lain atau sebaliknya. Karena agama tidak mengajarkan seperti itu.
Video: https://youtu.be/9JKFc3r1lHM
Picture:

Comments
Post a Comment